pendidikan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2026

SMAN 1 Sukra Dorong Siswa Melek AI, Kepala Sekolah Dr. Rasto: Teknologi Harus Dimanfaatkan Secara Bijak



INDRAMAYU, Patroliunit 1.com– SMAN 1 Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus mendorong peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta didik terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan pengenalan pemanfaatan AI yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Sukra, Senin (17/8/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Sukra, Dr. Rasto, S.Pd., M.Pd.

Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah sekolah dalam mempersiapkan para siswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. AI dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung proses pembelajaran, mulai dari mencari informasi, mengembangkan ide, hingga membantu siswa memahami berbagai materi pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada pemahaman dasar mengenai AI serta cara memanfaatkannya secara tepat dalam kegiatan belajar. Selain memberikan wawasan teknologi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan berbagai platform berbasis kecerdasan buatan.

Kepala SMAN 1 Sukra, Dr. Rasto, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa perkembangan teknologi harus disikapi dengan kesiapan dan pemahaman yang baik. Menurutnya, AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga dapat menjadi sarana pendukung pendidikan apabila digunakan secara bijak.

“Yang terpenting bukan hanya mengenal teknologi AI, tetapi bagaimana peserta didik mampu menggunakannya secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran,” ujar Dr. Rasto.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan wawasan digital siswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap mengedepankan etika, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis.

Kegiatan pelatihan AI di SMAN 1 Sukra juga menjadi momentum bagi sekolah untuk terus beradaptasi dengan transformasi digital di dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, proses pembelajaran diharapkan semakin menarik, efektif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Melalui kegiatan tersebut, SMAN 1 Sukra menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan menghadapi tantangan teknologi dan perubahan dunia di masa mendatang. 
( Atin Supriatin/ @ ts)

HUT ke-81 RI, Kepala SMAN 1 Sukra Ajak Siswa Kobarkan Semangat Merdeka untuk Belajar, Berkarya dan Berprestasi



INDRAMAYU, patroliunit 1.com– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026, Kepala SMAN 1 Sukra, Kabupaten Indramayu, Dr. Rasto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar SMAN 1 Sukra.

Sekolah yang beralamat di Jalan Raya Sukra–Ujunggebang Km 05, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tersebut turut menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air kepada seluruh warga sekolah.

Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Dr. Rasto mengajak para peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh keluarga besar SMAN 1 Sukra untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan mengisi kemerdekaan melalui hal-hal positif.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi motivasi bagi kita semua, khususnya para peserta didik, untuk terus belajar, berkarya, berprestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujar Dr. Rasto.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, semangat perjuangan para pahlawan perlu diteruskan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kedisiplinan, kreativitas, prestasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum bagi seluruh warga SMAN 1 Sukra untuk semakin memperkuat persatuan, meningkatkan semangat belajar, dan membangun karakter generasi muda yang unggul serta berintegritas.

“Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita terus kobarkan semangat kemerdekaan dengan belajar lebih giat, berkarya, berprestasi, dan bersama-sama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.

Melalui semangat tersebut, keluarga besar SMAN 1 Sukra berkomitmen menjadikan dunia pendidikan sebagai salah satu jalan untuk mengisi kemerdekaan sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

(Atin Supriatin/@ts , Spj)

Minggu, 26 Juli 2026

1.700 Guru PAUD Non Formal di Indramayu Tuntut Kesetaraan Status dan Kesejahteraan, Desak Revisi UU Sisdiknas


INDRAMAYU, Patroliunit 1.com – Sebanyak 1.700 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Indramayu mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Revisi tersebut dinilai penting agar guru PAUD non formal memperoleh pengakuan hukum yang setara sebagai guru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Ketua Himpaudi Kabupaten Indramayu, Umiyati, M.Pd, mengatakan hingga kini guru PAUD non formal belum mendapatkan pengakuan sebagai guru secara penuh dalam regulasi yang berlaku. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, hingga berbagai hak profesi lainnya.

"Revisi UU Sisdiknas menjadi harapan besar bagi guru PAUD non formal agar memperoleh status yang setara dengan guru pada jenjang pendidikan lainnya, termasuk hak mengikuti PPG dan memperoleh sertifikasi," ujar Umiyati kepada awak media, Selasa (7/7/2026).

Selain menuntut pengesahan revisi UU Sisdiknas, Himpaudi Kabupaten Indramayu juga meminta Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dipimpin Bupati Lucky Hakim untuk meningkatkan kesejahteraan sekitar 1.700 guru PAUD non formal yang bertugas di lebih dari 900 lembaga PAUD yang tersebar di 31 kecamatan.

Menurut Umiyati, para guru PAUD non formal selama ini masih menerima honor yang sangat minim dan pencairannya kerap terlambat. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah memberikan perhatian lebih melalui peningkatan insentif serta pemerataan hak kesejahteraan bagi guru non-ASN.

Ia juga mendorong agar skema percepatan penyaluran tunjangan yang saat ini diterapkan bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi acuan dalam penyaluran bantuan bagi guru non-ASN.

"Kami berharap kesejahteraan guru PAUD non formal benar-benar menjadi perhatian pemerintah. Honor yang diterima saat ini masih jauh dari layak, padahal tanggung jawab yang diemban sangat besar," tegasnya.

Terkait dukungan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu, Umiyati menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 telah dialokasikan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan atau Rp1,2 juta per tahun bagi guru PAUD non formal. Ia berharap anggaran tersebut dapat segera direalisasikan dan dicairkan dalam dua tahap setiap semester.

Selain itu, Himpaudi juga mendesak pemerintah memperbesar kuota rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi pendidik PAUD serta memberikan kepastian status kepegawaian bagi guru-guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun namun masih berstatus honorer.

Sementara itu, Guru PAUD Sokaindah, Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Noorlina Yuniarti Sirnulingga, A.Md, menilai masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata profesi guru PAUD. Menurutnya, tugas guru PAUD bukan sekadar mengajak anak bermain dan bernyanyi, melainkan membangun fondasi karakter, perkembangan motorik, emosi, sosial, serta kemampuan berpikir anak pada masa emas pertumbuhan.

"Guru PAUD sering dianggap hanya menjaga anak kecil, padahal kami bertanggung jawab membentuk dasar karakter dan perkembangan anak. Tugas ini membutuhkan kompetensi, kesabaran, serta dedikasi tinggi, namun hingga kini kesejahteraan yang diterima masih belum sebanding dengan beban pekerjaan," ungkap Noorlina.

Ia berharap pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap profesi guru PAUD non formal melalui peningkatan kesejahteraan, pengakuan profesi, serta kepastian jenjang karier sehingga para pendidik usia dini dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal demi mencetak generasi bangsa yang berkualitas.Judul alternatif yang juga kuat:

Guru PAUD Non Formal Indramayu Desak Pengakuan Setara Guru, Tuntut Kesejahteraan Lebih Layak

1.700 Guru PAUD Non Formal di Indramayu Suarakan Kesetaraan Status, Sertifikasi, dan Kenaikan Insentif

Nasib Guru PAUD Non Formal Masih Memprihatinkan, Himpaudi Indramayu Desak Pemerintah Bertindak (Atin Supriatin)

Jumat, 03 Juli 2026

Zahra Riyanti Sabet Juara O2SN Jabar 2026, Harumkan Nama Indramayu Lewat Panjat Tebing



INDRAMAYU, Patroliunit1.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kabupaten Indramayu. Zahra Riyanti, atlet panjat tebing putri binaan Mahameru Climbing Club (MCC) Indramayu, berhasil meraih Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di SOR Hoki Cikutra, Bandung, Kamis (2/7/2026).

Keberhasilan siswi SMKN 1 Indramayu tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah, keluarga, serta masyarakat Kabupaten Indramayu. Prestasi ini juga semakin mengukuhkan kualitas pembinaan atlet yang dilakukan Mahameru Climbing Club (MCC).

Owner Mahameru Climbing Club, H. Marif Yoga Yanda Perdana, SE, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian Zahra. Menurutnya, hasil tersebut menjadi motivasi bagi MCC untuk terus meningkatkan pembinaan atlet secara lebih maksimal agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Selama pertandingan berlangsung, Zahra mendapat pendampingan langsung dari Manager MCC, Pipit, yang terus memberikan motivasi dan semangat hingga akhirnya mampu tampil percaya diri dan sukses menaklukkan setiap jalur pemanjatan dengan baik.

Pipit mengatakan, keberhasilan Zahra merupakan buah dari kerja keras, disiplin latihan, dan semangat pantang menyerah yang selama ini ditunjukkan sang atlet.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah, keluarga, Mahameru Climbing Club, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Indramayu di tingkat Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh atlet binaan MCC agar tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang telah diraih. Menurutnya, O2SN Jabar 2026 merupakan langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi.

"Kami berharap seluruh atlet tetap disiplin berlatih dan terus meningkatkan kemampuan. Ke depan masih banyak kejuaraan yang lebih bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkembang," kata Pipit.
Keberhasilan Zahra Riyanti di ajang O2SN Jawa Barat 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indramayu untuk terus berprestasi di bidang olahraga, sekaligus membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.Jika diinginkan," ujarnya. 

(Atin Supriatin Kabiro)

Selasa, 19 Mei 2026

SMPN 1 kota Cirebon Gelar Acara spectrum dan Bazar Ekonomi Kreatif

Cirebon, .-- Gelar acara "Ekonomi Kreatif Kegiatan SPECTRUM (Spensa Creatix Artes Festrum)dan Bazar Ekonomi Kreatif Selasa 19/5/2026 pukul 08:00 bertempat di SMP N 1 Kota Cirebon , Jl. Siliwangi No. 125 Kota Cirebon SMP N 1 Kota Cirebon -Dihadiri oleh kepala sekolah SMPN 1 kota Cirebon Lilik Agus Darmawan, S.Pd., M.M., ibu Noviyanti Edo,perwakilan pemerintah (Wali Kota, Sutikno Kepala Dinas Pendidikan), Forum Anak Daerah, Komisi 3, Dewan Pendidikan, Lanau, dan beberapa orang tua.Itana Berlianahutauro Putri Duta Pariwisata Indonesia juga hadir untuk memberikan motivasi.

Sutikno Menyampaikan Pendidikan Holistik Proses pembelajaran yang ideal mencakup tiga unsur Literasi dan Konseptual Pemahaman anak terhadap kemampuan literasi dan adaptasi lingkungan,Numerasi Pengenalan anak terhadap konsep numerasi,Karakter Pengembangan karakter anak, yang salah satunya diwujudkan melalui kreativitas dalam seni,Peran Seni dalam Pendidikan
Karakter.

Lilik Agus Darmawan, S.Pd., M.M Kepala sekolah SMPN 1 kota Cirebon menyampaikan di hadapan awak Media acara lebih fokus pada pengenalan dan pelestarian budaya Cirebon.Tampilan Budaya Berbagai kesenian khas Cirebon ditampilkan, seperti Barongan, Kuda Lumping Cirebon, dan Gamelan Renteng.
Karya Siswa Siswa kelas 9 tidak tampil di panggung, melainkan menampilkan karya lukisan kolaboratif yang dapat dibeli.

penampilan dan penyelenggaraan acara dilakukan oleh siswa-siswi SMPN 1 kota Cirebon Tujuan Acara Mengenalkan dan melestarikan budaya Cirebon yang hampir punah Menunjukkan kekayaan budaya leluhur Cirebon. Menjadi pembelajaran karakter bagi siswa, seperti saling menghargai, bertanggung jawab, dan berkolaborasi.

SMP Negeri 1 merupakan sebuah inisiatif yang luar biasa untuk mengintegrasikan pembelajaran karakter dan pelestarian budaya Cirebon melalui kegiatan yang sepenuhnya digerakkan oleh siswa 

Dengan tema "Ekonomi Kreatif Berkemerdekaan", acara ini tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, rasa tanggung jawab, dan semangat kolaborasi. Kehadiran berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah dan Duta Pariwisata, semakin memperkuat makna dan dampak positif dari kegiatan ini sebagai sarana edukasi yang holistik bagi para siswa.

Itana Berlianahutauro, Putri Wisata Indonesia 2025 dari Sulawesi Tengah, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan dan daya tarik Cirebon. Ia memiliki komitmen kuat untuk melestarikan seni dan budaya Cirebon di tengah arus globalisasi. Melalui kegiatan eksplorasi dan promosi wisatanya, ia bertekad untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, baik kepada masyarakat domestik maupun internasional, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap warisan budaya bangsa ungkapnya

(Nurhasanah)