Patroli Unit 1

Rabu, 14 Januari 2026

KKN Bukan Cuma Joget: Penggerak Desa Indramayu Tantang Mahasiswa Unpad Bikin Proker Nyata

Indramayu – Dunia media sosial belakangan ini ramai dipenuhi konten mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tengah mengabdi di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu. Namun alih-alih menampilkan program kerja nyata di desa, sebagian besar konten yang viral justru berisi joget-joget khas TikTok dan Instagram, Kamis (15/01/2026).

Fenomena ini menuai perhatian Hilmi Hilmansyah, pemuda penggerak desa Kabupaten Indramayu sekaligus owner Urban Creative Hub. Dirinya menilai KKN seharusnya menjadi ruang aktualisasi gagasan dan solusi bagi desa, bukan sekadar ajang hiburan di media sosial.

"Joget itu sah-sah saja, tapi jangan sampai mengalahkan esensi KKN. Desa butuh ide, butuh program, dan butuh dampak nyata," ujar Hilmi.

Sebagai respons, Hilmi melontarkan tantangan terbuka bagi mahasiswa KKN Unpad yang sedang bertugas di Indramayu. Tantangan ini mengajak mahasiswa untuk membuat program kerja terbaik dan aplikatif bagi desa, lalu menuangkannya dalam bentuk poster kreatif.

Poster tersebut wajib dipublikasikan di akun TikTok atau Instagram masing-masing peserta, kemudian men-tag akun Hilmi Hilmansyah. Poster yang dinilai paling menarik, realistis, dan berdampak akan dipilih untuk melaju ke tahap berikutnya.

Sebanyak 10 poster terbaik akan diundang langsung untuk mempresentasikan gagasannya di kantor Urban Creative Hub, yang berlokasi di Jalan Olahraga Nomor 21, (Cinde FM) Sport Center Indramayu.

Tidak berhenti di situ, dari 10 finalis tersebut akan dipilih 3 poster terbaik yang berhak mendapatkan hadiah jutaan rupiah, ditambah bonus ngopi gratis sembari berdiskusi dan membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Hilmi berharap tantangan ini bisa menggeser tren KKN dari sekadar viral ke arah bernilai dan berdampak.

"Kalau bisa viral karena program desa yang keren, kenapa tidak? Kami tunggu ide-ide berani, solutif, dan membumi dari teman-teman KKN," tegasnya.

Tantangan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa KKN bukan cuma soal eksistensi di medsos, melainkan tentang warisan gagasan dan perubahan nyata untuk desa. (Wira Hadiyono)