Patroli Unit 1

Rabu, 26 Agustus 2026

Indramayu Bidik Produksi Padi 1,7 Juta Ton, Perkuat Irigasi dan Bantuan Alsintan



INDRAMAYU, Patroliunit1.com – Sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Indramayu. Dengan luas Lahan Baku Sawah (LBS) mencapai 124.517 hektare, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari total LBS tersebut, sekitar 92.888 hektare ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Luasan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Indramayu dalam mempertahankan sentra produksi pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Salah satu target besar yang terus didorong adalah peningkatan produksi padi hingga mencapai 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).

Untuk mencapai target tersebut, berbagai langkah strategis dilakukan, terutama dalam mendukung ketersediaan air dan meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian di tingkat petani.

Upaya tersebut antara lain melalui pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti mesin pompa air, normalisasi saluran irigasi, pembangunan irigasi perpompaan, serta pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Selain itu, pengaturan gilir-giring air juga menjadi bagian penting dalam menjaga distribusi air agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, khususnya pada wilayah yang menghadapi keterbatasan pasokan air.

Berbagai program tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sawah, mengurangi risiko kekurangan air, serta membantu petani meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Tidak hanya padi, sektor hortikultura juga menjadi perhatian. Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar dalam produksi mangga dengan capaian sekitar 114.000 ton per tahun.

Potensi tersebut menjadi peluang bagi Indramayu untuk terus mengembangkan sektor pertanian tidak hanya sebagai penyokong ketahanan pangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Dengan dukungan infrastruktur pertanian, ketersediaan air, bantuan alsintan, serta optimalisasi lahan pertanian berkelanjutan, Kabupaten Indramayu terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penting dalam produksi pangan nasional.

Target 1,7 juta ton produksi padi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi pemerintah, petani, kelompok tani, serta seluruh pihak terkait dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Indramayu. (Teja Sulaksana )