Patroli Unit 1

Selasa, 21 Juli 2026

KNMP Jangan Hanya Berisi Fasilitas Darat, tetapi Harus Membangun Ekosistem Usaha Nelayan dari Hulu hingga Hilir

Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, .--   Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada dasarnya merupakan gagasan yang baik sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. Namun, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fasilitas darat, seperti cold storage, pabrik es, stasiun pengisian BBM nelayan, tambatan kapal, dan berbagai sarana fisik lainnya. Karena tujuan utama KNMP adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, program ini harus dirancang secara utuh, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan nelayan dari proses produksi hingga pemasaran.

Menurut Prof. Rokhmin Dahuri, KNMP harus dibangun sebagai ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini perlu mencakup bantuan teknologi penangkapan ikan yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan, sehingga hasil tangkapan nelayan dapat meningkat tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem laut. Nelayan juga perlu memperoleh dukungan dalam penanganan hasil tangkapan sejak ikan diangkat dari laut hingga tiba di pelabuhan perikanan. Selama ini, masih banyak nelayan yang belum membawa es, cold box, ataupun memiliki ruang penyimpanan berpendingin di atas kapal, sehingga sebagian hasil tangkapan mengalami penurunan mutu, membusuk, bahkan terbuang sebelum sampai kepada konsumen.

Selain peningkatan produksi dan kualitas hasil tangkapan, KNMP juga harus menjamin adanya kepastian pasar. Jangan sampai pemerintah telah membangun cold storage dan pabrik es, tetapi tidak menyiapkan pembeli, offtaker, koperasi, atau mitra usaha yang mampu menyerap hasil tangkapan nelayan dengan harga yang menguntungkan dan berkeadilan. Ketika nelayan mendaratkan ikan, harus sudah tersedia sistem pemasaran yang jelas agar hasil tangkapan dapat segera disalurkan dan tidak menjadi beban baru bagi nelayan.

Tidak kalah penting, setiap KNMP perlu dilengkapi dengan sistem logistik rantai dingin, termasuk armada kendaraan berpendingin untuk mengangkut ikan dari sentra produksi menuju pusat-pusat konsumsi. Sebagai contoh, KNMP di wilayah Cirebon harus mampu mendistribusikan hasil perikanan ke Bandung dan berbagai daerah pemasaran lainnya dengan tetap menjaga mutu serta kesegaran ikan. Dengan demikian, KNMP tidak berhenti sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan yang menghubungkan teknologi penangkapan, penanganan hasil, penyimpanan, kepastian pembeli, transportasi, dan pemasaran.

Dan, yang lebih penting lagi adalah menyiapkan lembaga Pengelola KNMP itu sendiri. Kalau memang lembaga Pengelola itu diserahkan kepada KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), maka pemilihan ketua dan jajaran pengurus harus benar- benar dari orang yang capable, professional, dan berintegritas (berakhlak mulia). Lebih lanjut, KDMP harus dikelola secara profesional, mengelola rantai pasok dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.

Program pemerintah yang baik harus dikawal agar tepat sasaran, transparan, bebas dari penyimpangan, dan benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan nelayan Indonesia secara berkelanjutan (Nurhasanah).