INDRAMAYU, Patroliunit 1.com — Dugaan persoalan serius dalam pengelolaan air bersih di tubuh PDAM Indramayu mencuat ke publik. Permasalahan ini disebut bukan kasus tunggal, melainkan gejalamenyeluruh yang terjadi di berbagai unit pelayanan dan berdampak luas kepada masyarakat.
Muncul dugaan adanya kelemahan sistem pengelolaan air bersih yang menyebabkan kualitas air menurun, termasuk kasus air keruh di sejumlah wilayah.
Siapa yang terlibat,Pelanggan PDAM, salah satunya Suherman, warga Desa Pennyindangan kulon blok Pecuk kalen Cilik, menjadi pihak yang terdampak langsung. Selain itu, DPRD Indramayu turut menyoroti persoalan ini.
Kapan terjadi dari Bulan Puasa Ramadahan sampai Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah sampai sekarang Sabtu 28 Maret 2026 sampai kapan yang mau di selesaikan Permasalahan ini berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan dinilai terus berulang tanpa penyelesaian sampai menyeluruh. Terjadi di beberapa wilayah layanan PDAM di Kabupaten Indramayu, tidak hanya di satu titik lokasi.
Dugaan sementara mengarah pada lemahnya sistem pengelolaan air secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air baku hingga distribusi ke pelanggan. Selain itu, penggunaan bahan seperti tawas yang sensitif terhadap kualitas air baku juga disebut mempengaruhi hasil akhir air bersih.
Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas layanan, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap penyedia air bersih daerah. Warga mengeluhkan air yang tidak layak digunakan, sementara kebutuhan air bersih merupakan hak dasar yang harus dipenuhi.
“Kami melihat ini bukan hanya di satu titik. Ada pola yang sama di beberapa wilayah,” ungkap Suherman.
DPRD Indramayu menegaskan keberpihakannya kepada masyarakat dan meminta adanya pembenahan serius. Mereka menilai solusi tambal sulam tidak lagi cukup, melainkan diperlukan perbaikan sistem dari hulu hingga hilir agar masalah serupa tidak terus berulang.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan air bersih harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan demi menjaga kualitas layanan serta kepercayaan publik. (Atin Supriatin)





