Kuningan
Tampilkan postingan dengan label Kuningan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuningan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2026

Polres Kuningan Perkuat Pengawasan Haji dan Umrah, FGD Satukan Langkah Cegah Travel Ilegal dan Wujudkan Kamtibmas Kondusif



KUNINGAN,.-- Upaya memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah terus dilakukan Polres Kuningan melalui pendekatan kolaboratif. Pada Rabu (23/7/2026), Polres Kuningan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema "Sinergitas Polri dan Penyelenggara Travel Haji dan Umrah dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Kabupaten Kuningan" yang berlangsung di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasat Binmas Polres Kuningan AKP Supian, S.Sos., didampingi Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz, S.H., CPHR., serta Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan H. Ahmad Fauzi, S.Ag., M.Si. Hadir pula sekitar 30 peserta yang terdiri atas para penyelenggara dan pengelola travel haji dan umrah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, AKP Supian menegaskan bahwa sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan penyelenggara perjalanan ibadah merupakan langkah strategis untuk mencegah munculnya praktik travel ilegal maupun berbagai bentuk penipuan yang dapat merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat agar mampu memilih penyelenggara haji dan umrah yang memiliki legalitas resmi serta memenuhi seluruh ketentuan pemerintah.

Pada sesi materi, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz, S.H., CPHR., yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, mengingatkan seluruh penyelenggara agar senantiasa menjalankan usaha secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi. Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap praktik penyelenggaraan haji dan umrah akan terus diperkuat guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Diskusi yang dipandu Aiptu M. Khafid, S.Pd.I., M.Pd. berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari para peserta. Dari hasil pembahasan, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Mendorong sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan Aplikasi SATU HAJI untuk memastikan legalitas penyelenggara haji dan umrah.

Memperkuat komunikasi dan koordinasi antara penyelenggara travel, Kementerian Haji dan Umrah, serta Polres Kuningan dalam menyelesaikan setiap permasalahan secara cepat dan tepat.
Mengajak seluruh pihak segera melaporkan apabila ditemukan praktik umrah mandiri yang berkembang menjadi kegiatan perekrutan jamaah tanpa izin resmi.

Membangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, kepolisian, dan penyelenggara travel dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang aman, legal, dan terpercaya.

Melalui FGD ini, Polres Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan langkah preventif, edukatif, dan kolaboratif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meminimalkan potensi pelanggaran, mencegah munculnya travel ilegal, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang profesional.

FGD tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara Polres Kuningan, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, serta seluruh penyelenggara travel agar pelayanan kepada calon jamaah semakin berkualitas, aman, dan memberikan kepastian hukum, sehingga tercipta situasi Kamtibmas yang aman, kondusif, dan terpercaya di Kabupaten Kuningan.
(Nurhasanah)

Minggu, 05 Juli 2026

Ketum DPP FRIC H. Dian Surahman: Kekompakan Adalah Harga Mati, Gebyar Bhayangkara Jadi Tonggak Kebangkitan FRIC Menuju Organisasi Nasional yang Solid



KUNINGAN,  Kesuksesan penyelenggaraan Gebyar Fast Respon Indonesia Center (FRIC) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan, loyalitas, dan kekeluargaan telah mengakar kuat di tubuh organisasi.

Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas dedikasi seluruh keluarga besar FRIC yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi menyukseskan kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya milik panitia pelaksana di Kabupaten Kuningan, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran FRIC dari berbagai daerah yang hadir memberikan dukungan, di antaranya DPW Banten, Bogor, Sumedang, Cirebon, serta para pengurus, anggota, insan pers, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang ikut menyukseskan acara.

"Hari ini saya melihat bukan sekadar sebuah acara, tetapi saya melihat lahirnya kekuatan besar bernama persaudaraan FRIC. Kekompakan inilah yang akan membawa organisasi ini semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin dicintai oleh seluruh anggotanya," tegas H. Dian Surahman.

Secara khusus, Ketua Umum FRIC memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sekretaris Jenderal DPP FRIC H. Deden Hardening serta Ketua DPW FRIC Jawa Barat H. Widaningsih, S.Pd., yang dinilai menjadi motor penggerak keberhasilan penyelenggaraan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekjen DPP FRIC H. Deden Hardening dan Ketua DPW Jawa Barat H. Widaningsih, S.Pd. Keduanya telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang luar biasa sehingga kegiatan ini berlangsung sukses, aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kekompakan yang berhasil dibangun di FRIC Kuningan harus menjadi inspirasi bagi seluruh DPW dan DPC FRIC di Indonesia," ujarnya.

H. Dian Surahman menegaskan, kekompakan adalah harga mati bagi seluruh keluarga besar FRIC. Ia meminta seluruh pengurus di semua tingkatan untuk menjaga persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"FRIC tidak boleh terpecah. Kita harus tetap satu komando, satu tujuan, dan satu semangat. Kekeluargaan, loyalitas, dan kebersamaan harus menjadi identitas FRIC dari Sabang sampai Merauke. Organisasi yang besar lahir dari persatuan, bukan dari perpecahan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa suksesnya Gebyar FRIC di Kuningan akan menjadi awal dari agenda nasional FRIC. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar secara bergilir di berbagai provinsi melalui jajaran DPW sebagai bentuk pemerataan program organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat.

"Kuningan telah mencatat sejarah. Namun sejarah ini tidak akan berhenti di sini. Saya ingin seluruh DPW FRIC bersiap menjadi tuan rumah kegiatan nasional berikutnya. Kita akan hadir di berbagai daerah membawa semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan memperkuat sinergitas untuk Indonesia," pungkas H. Dian Surahman.

Gebyar FRIC Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen FRIC sebagai organisasi yang tidak hanya aktif membangun sinergitas dengan Polri, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, edukasi, dan pengabdian.

Dengan semangat "Solid, Kompak, Loyal, dan Mengabdi untuk Negeri", FRIC menegaskan diri sebagai organisasi nasional yang siap menjadi mitra strategis Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta mewujudkan Indonesia yang aman, harmonis, dan sejahtera.

(Nurhasanah)

Gebyar FRIC HUT Bhayangkara ke-80: Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat Lewat Aksi Nyata



KUNINGAN, - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menggelar Gebyar FRIC di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menjadi momentum memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

H. Dian Surahman hadir didampingi Sekretaris Jenderal DPP FRIC H. Deden Hardening, Ketua DPW FRIC Jawa Barat Hj. Widaningsih, S.Pd., serta jajaran pengurus FRIC dari berbagai daerah.
Dari unsur Kepolisian, kegiatan dihadiri Karorenmin Bareskrim Polri Kombes Pol. Mulkaifin, S.I.K. mewakili Wakabareskrim Polri yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan, didampingi Kombes Pol. Khamdani, S.Sos.

Kapolres Kuningan yang juga berhalangan hadir karena tugas kedinasan diwakili oleh Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H. Turut hadir Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis, Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugyono, S.E., M.M., Kanit Reskrim Polres Indramayu IPDA Helmi Fauzi, S.E., serta Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, S.H., bersama para pejabat utama, Kasat, Kanit, personel Polri, dan tamu undangan lainnya.

Dari unsur Pemerintah Daerah, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. berhalangan hadir karena agenda kedinasan dan diwakili oleh Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn. Turut hadir pula jajaran BAZNAS Kabupaten Kuningan, perwakilan Dandim Kuningan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Dr. H. Edi Martono, MARS, Kabid Diskominfo Kabupaten Kuningan Nana Suhendra, M.Pd., serta para jurnalis dan insan pers Kabupaten Kuningan yang turut mendukung publikasi dan penyebarluasan informasi kegiatan kepada masyarakat luas.
Rangkaian Gebyar FRIC diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti personel Polri, anggota FRIC, dan masyarakat sebagai wujud membangun pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi karena layanan ini memberikan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan sosial kemudian dilanjutkan dengan penyaluran santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian FRIC bersama Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, seluruh peserta melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. Aksi gotong royong tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Nuansa religius turut mewarnai acara melalui kultum yang disampaikan oleh Habib Rifqi Alayidrus. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, serta terus mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tidak hanya itu, FRIC juga melaksanakan bakti sosial berupa pemasangan lampu penerangan di tiga titik yang selama ini minim pencahayaan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat, khususnya pada malam hari.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman menegaskan bahwa Gebyar FRIC bukan sekadar seremoni memperingati Hari Bhayangkara, melainkan bukti nyata dukungan organisasi kepada Polri melalui aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus diwujudkan melalui kerja nyata. Sinergi antara Polri dan masyarakat harus terus diperkuat dengan menghadirkan program-program yang bermanfaat, mulai dari pelayanan sosial, kesehatan, kepedulian lingkungan hingga kegiatan kemanusiaan," ujar H. Dian Surahman.

Sementara itu, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H. mengapresiasi inisiatif FRIC dalam menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif FRIC yang mampu menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, organisasi kemasyarakatan, TNI, media massa, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Kuningan yang aman, sehat, peduli, dan harmonis.

Gebyar FRIC HUT Bhayangkara ke-80 berlangsung penuh keakraban, kekeluargaan, dan semangat gotong royong. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan harmonis antara Polri, FRIC, Pemerintah Kabupaten Kuningan, TNI, BAZNAS, Dinas Kesehatan, Diskominfo, insan pers, dan masyarakat semakin erat dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera.
(Nurhasanah)

Selasa, 23 Juni 2026

Satlantas Polres Kuningan Cek Kesiapan Panen Jagung di Desa Cibulan




Kuningan, Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Satlantas Polres Kuningan melaksanakan pengecekan tanaman jagung yang telah memasuki masa persiapan panen di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Sebelumnya, Satlantas Polres Kuningan bersama kelompok tani setempat telah melaksanakan penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan.Setelah melalui proses perawatan dan pemantauan secara berkala, tanaman jagung kini tumbuh dengan baik dan siap untuk dipanen.

Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal menjelang masa panen. Alhamdulillah, hasil pertumbuhan jagung menunjukkan perkembangan yang baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Polri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani.
Uploaded Image

(Nurhasanah)

Senin, 22 Juni 2026

Satlantas Polres Kuningan Bersama Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu Rawat Tanaman Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional



KUNINGAN – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan bersama Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu melaksanakan kegiatan perawatan tanaman jagung dengan mencabut rumput liar di lahan pertanian milik kelompok tani di wilayah Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman jagung agar tetap optimal. Rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman dapat menghambat penyerapan unsur hara dan mengurangi produktivitas tanaman. Oleh karena itu, pembersihan gulma menjadi salah satu langkah penting dalam upaya meningkatkan hasil panen.

Personel Satlantas Polres Kuningan bersama petugas Dinas Pertanian turun langsung ke lahan pertanian dan bergotong royong membantu para petani membersihkan area tanam. Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok tani dapat memperoleh hasil panen jagung yang maksimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus berkontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional.

Satlantas Polres Kuningan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Uploaded Image
(Nurhasanah)

Minggu, 21 Juni 2026

SATLANTAS POLRES KUNINGAN BERSAMA KELOMPOK TANI DESA CIBULAN DAN DINAS PERTANIAN KECAMATAN CIDAHU LAKSANAKAN PERAWATAN TANAMAN JAGUNG DALAM RANGKA KETAHANAN PANGAN


*Kuningan* – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan bersama Kelompok Tani Desa Cibulan dan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu melaksanakan kegiatan perawatan tanaman jagung di lahan pertanian Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui monitoring pertumbuhan tanaman serta penyemprotan cairan pembasmi hama guna mencegah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat memengaruhi produktivitas hasil panen. Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Personel Satlantas Polres Kuningan bersama petugas Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu dan anggota Kelompok Tani Desa Cibulan turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik, sehat, dan terawat. Selain melakukan penyemprotan, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan koordinasi mengenai teknik perawatan tanaman serta langkah-langkah pencegahan hama dan penyakit tanaman.

Kasat Lantas Polres Kuningan menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi dengan kelompok tani dan instansi terkait guna mendukung ketahanan pangan. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu mengapresiasi dukungan dan keterlibatan Satlantas Polres Kuningan dalam kegiatan pertanian yang dinilai mampu meningkatkan semangat para petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.

Dengan adanya kolaborasi antara Satlantas Polres Kuningan, Kelompok Tani Desa Cibulan, dan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu, diharapkan tanaman jagung yang dibudidayakan dapat menghasilkan panen yang maksimal sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan.

(Nurhasanah)

Sabtu, 20 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Satlantas Polres Kuningan Dampingi Petani Desa Cibulan Rawat Tanaman Jagung



*KUNINGAN* – Personel Satlantas Polres Kuningan kembali menunjukkan kepedulian terhadap ketahanan pangan dengan turun langsung membantu Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pemupukan rutin serta pemantauan perkembangan tanaman jagung di lahan setempat. Pendampingan intensif ini dilakukan guna memastikan tanaman tumbuh optimal sehingga nantinya dapat menghasilkan panen yang maksimal.

Melalui sinergi ini, Polri berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional dengan berperan aktif membantu masyarakat dalam pemeliharaan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Kuningan.

(Nurhasanah)

Jumat, 19 Juni 2026

Polres Kuningan Dukung Program Strategis Pemerintah Pusat,Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kuningan,  Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Kuningan, Akp. Jojo Sutarjo SH. MH yang turut meninjau perkembangan tanaman jagung sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kunjungan lapangan tersebut tidak hanya bertujuan memantau kondisi tanaman dan kesiapan lahan pertanian, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata Polri kepada masyarakat petani yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan. Kapolres dan Kasat Narkoba berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses penanaman hingga upaya peningkatan hasil panen.

(Nurhasanah)

Satlantas Polres Kuningan Bersinergi dengan Dinas Pertanian Pantau Ketahanan Pangan di Desa Cibulan




*KUNINGAN* – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan terus memperkuat sinergi dengan Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan monitoring rutin perkembangan tanaman jagung di lahan pertanian milik Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/6), personel Satlantas Polres Kuningan turun langsung ke lapangan mendampingi petugas penyuluh dari Dinas Pertanian setempat. Mereka mengecek kondisi fisik tanaman, kesehatan lahan, serta memastikan pertumbuhan jagung berjalan optimal tanpa kendala hama maupun masalah irigasi.

*Mendorong Kesejahteraan Petani*

Kepedulian Satlantas Polres Kuningan dalam sektor pertanian ini merupakan upaya proaktif kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung sektor ekonomi kerakyatan.

"Kolaborasi rutin ini kami lakukan untuk memastikan tanaman jagung tumbuh subur. Kami ingin memastikan para petani mendapatkan pendampingan yang maksimal agar hasil panen nanti bisa melimpah," ujar perwakilan personel Satlantas di sela-sela kegiatan.

Pihak kepolisian berharap, pendampingan intensif ini dapat menjadi motivasi bagi Kelompok Tani Desa Cibulan untuk terus berinovasi. Dengan sinergi yang terjaga antara aparat, pemerintah daerah, dan para petani, diharapkan hasil panen jagung ke depan akan jauh lebih memuaskan.

Keberhasilan panen yang melimpah nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tolok ukur kesuksesan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Kuningan, namun yang terpenting adalah mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan para petani di Desa Cibulan secara berkelanjutan.

(Nurhasanah)

Kamis, 18 Juni 2026

Sinergi Satlantas Polres Kuningan dan Dinas Pertanian Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Cibulan



KUNINGAN, -- Sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, Satlantas Polres Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal program pertanian. Pasca kegiatan penanaman jagung yang dilakukan bersama kelompok tani di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, kini personel Satlantas aktif melakukan pemantauan perkembangan tanaman secara berkala.

Kegiatan monitoring ini dilakukan dengan menggandeng petugas dari Dinas Pertanian Kecamatan Cidahu. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan bahwa bibit jagung yang telah ditanam mendapatkan perawatan yang tepat, sehingga mampu tumbuh dengan optimal.

"Kami tidak hanya sekadar menanam, tetapi kami ingin memastikan program ini berkelanjutan. Oleh karena itu, kami bersama rekan-rekan dari Dinas Pertanian rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi tanaman jagung tersebut," ujar perwakilan Satlantas Polres Kuningan.

Dalam kunjungan rutin tersebut, petugas melakukan pengecekan kesehatan tanaman dan memberikan arahan teknis kepada para petani terkait metode perawatan, pemupukan, hingga pengendalian hama. Langkah preventif dan edukatif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kegagalan panen.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Satlantas Polres Kuningan untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat, khususnya para petani di Desa Cibulan.

Melalui pendampingan yang intensif ini, diharapkan hasil panen jagung nantinya dapat melimpah dan memberikan dampak positif bagi ekonomi serta kesejahteraan kelompok tani di Desa Cibulan. Dengan kerja keras dan pengawasan yang berkelanjutan, sinergi antara Polri dan instansi terkait ini optimis dapat mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kabupaten Kuningan.
(Nurhasanah)

Selasa, 16 Juni 2026

Sinergi untuk Ketahanan Pangan, Satlantas Polres Kuningan Turun Langsung ke Sawah Bantu Petani Desa Cibulan




KUNINGAN – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, menggelar aksi gotong royong pemupukan tanaman jagung, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian warga ini menjadi wujud kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para petani. Anggota Satlantas Polres Kuningan tampak membaur bersama petani, menyusuri lahan untuk memastikan tanaman jagung mendapatkan asupan nutrisi yang tepat melalui proses pemupukan.

Kasat Lantas Polres Kuningan menyampaikan bahwa keterlibatan anggotanya dalam sektor pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kuningan dalam mendukung suksesnya swasembada pangan. Menurutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pengawasan, tetapi juga terjun langsung membantu kendala yang dihadapi para petani di lapangan.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Kelompok Tani, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil panen. Salah satunya melalui aksi penanaman dan pemupukan jagung ini. Kami ingin memastikan sektor ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Kuningan terus berjalan dengan baik dan maksimal," ujar Kasat Lantas di sela-sela kegiatan.

Aksi ini disambut positif oleh warga Desa Cibulan. Para petani mengaku terbantu dengan kehadiran anggota Polri yang memberikan suntikan semangat serta tenaga ekstra dalam merawat tanaman jagung mereka.

Diharapkan, sinergi antara kepolisian dan masyarakat ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Polres Kuningan menegaskan akan terus memantau serta mendukung berbagai program pertanian lainnya sebagai upaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

(Nurhasanah)

Senin, 15 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Satlantas Polres Kuningan Berikan Bantuan Pupuk bagi Petani Desa Cibulan

KUNINGAN – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan menyalurkan bantuan pupuk kepada Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.
Bantuan pupuk ini diberikan untuk menunjang optimalisasi lahan produktif yang sebelumnya telah dikelola melalui kolaborasi antara personel Satlantas Polres Kuningan dengan para petani setempat. Sejak tahap awal, yaitu persiapan lahan hingga proses penanaman jagung, pihak kepolisian aktif mendampingi para petani agar hasil panen nantinya dapat maksimal.


Kasat Lantas Polres Kuningan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam memperkuat sektor pertanian di tingkat desa. Ia berharap, sinergi yang terjalin antara kepolisian dan masyarakat ini dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi para petani.
"Kami terus berkomitmen untuk mendukung penuh program ketahanan pangan ini. Kami tidak hanya sekadar membantu proses penanaman, tetapi juga memastikan kebutuhan pendukung seperti pupuk tersedia agar produktivitas lahan jagung ini semakin meningkat."


Langkah konkret yang dilakukan Satlantas Polres Kuningan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran kepolisian di tengah-tengah petani diharapkan mampu memotivasi warga untuk lebih produktif dalam mengolah lahan pertanian, sehingga kemandirian pangan di wilayah Kabupaten Kuningan, khususnya di Desa Cibulan, dapat terus terjaga.


Ke depan, Satlantas Polres Kuningan menegaskan akan terus konsisten memberikan dukungan bagi para petani, baik melalui pendampingan teknis maupun bantuan sarana produksi, demi menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah.

(Nurhasanah)

Minggu, 14 Juni 2026

Wujud Nyata Polri Peduli Petani, Sat Lantas Polres Kuningan Sukseskan Program Ketahanan Pangan



Kuningan, 15 Juni 2026 – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sektor pertanian dan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan melaksanakan kegiatan penanaman jagung di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan yang berlangsung hari ini merupakan puncak dari serangkaian tahapan panjang yang telah dilakukan sebelumnya. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu melalui beberapa langkah strategis, di antaranya:
- Pengecekan Teknis: Melakukan survei dan pengecekan kualitas tanah untuk memastikan lahan layak digunakan sebagai area tanam produktif.
- Dukungan Sarana Produksi: Memberikan bantuan berupa cairan pembasmi rumput (herbisida) untuk persiapan lahan serta penyerahan bibit jagung unggul kepada Kelompok Tani setempat.
- Penggarapan Lahan: Mendampingi serta membantu proses pengolahan lahan agar siap untuk ditanami.

Puncak dari rangkaian tersebut terlaksana hari ini, di mana personel Sat Lantas Polres Kuningan bahu-membahu bersama para petani melakukan penanaman bibit jagung secara langsung di lahan yang telah disiapkan.
Kasat Lantas Polres Kuningan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas seremonial, melainkan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri, khususnya Sat Lantas Polres Kuningan, hadir untuk mendukung kesejahteraan petani dan turut serta menyukseskan program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah," ujarnya.

Diharapkan, dengan adanya pendampingan ini, produktivitas hasil panen jagung di Desa Cibulan dapat meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat ekonomi lokal serta mendukung stabilitas ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kuningan.

(Nurhasanah)

Sabtu, 13 Juni 2026

SAT LANTAS POLRES KUNINGAN BERSAMA KELOMPOK TANI DESA CIBULAN OLAH LAHAN UNTUK PROGRAM KETAHANAN PANGAN 2026



*Kuningan* – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan bersama Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, melaksanakan kegiatan gotong royong mengolah lahan pertanian yang akan dijadikan area penanaman jagung.


Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian Desa Cibulan tersebut diikuti oleh personel Sat Lantas Polres Kuningan dan para petani setempat. Dengan penuh semangat kebersamaan, para peserta bergotong royong membersihkan lahan, menggemburkan tanah, serta membuat bedengan sebagai persiapan penanaman bibit jagung.


Kasat Lantas Polres Kuningan *AKP.AKTUIN MONIHARAPON,S.Tr.K.,S.I.K.* menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Polri juga hadir untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Bersama kelompok tani, kami turut berkontribusi dalam mempersiapkan lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” ujarnya.


Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Desa Cibulan mengapresiasi keterlibatan Sat Lantas Polres Kuningan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahan yang telah diolah dapat segera ditanami jagung dan menghasilkan panen yang optimal. Kolaborasi antara Sat Lantas Polres Kuningan dan Kelompok Tani Desa Cibulan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan.


*"Polri Untuk Masyarakat, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional."*

(Nurhasanah)

Jumat, 12 Juni 2026

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Satlantas Polres Kuningan Salurkan Bibit Jagung untuk Petani Cibulan

KUNINGAN – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan bibit jagung kepada Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Kabupaten Kuningan.
Melalui bantuan bibit jagung yang diberikan, diharapkan mampu mendorong produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketersediaan pangan di tingkat daerah.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada perwakilan Kelompok Tani Desa Cibulan. Dalam kesempatan tersebut, jajaran Satlantas Polres Kuningan menyampaikan harapan agar bibit yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan panen yang lebih baik, berkualitas, dan berkelanjutan.
Selain menjadi sarana untuk meningkatkan hasil pertanian, bantuan tersebut juga diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para petani agar semakin semangat dalam mengelola lahan pertanian yang dimiliki. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, sektor pertanian diyakini dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Para petani menyambut baik bantuan yang diberikan oleh Satlantas Polres Kuningan. Mereka mengapresiasi perhatian dan dukungan Polri yang tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir membantu sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Selain menjalankan tugas pokok dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Polri juga aktif mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, Polri, dan masyarakat, diharapkan Program Swasembada Pangan Nasional dapat berjalan optimal, sehingga mampu mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung kemajuan pembangunan di Kabupaten Kuningan. Jumat, (12/6/2026)

(Nurhasanah)

Kamis, 11 Juni 2026

SAT LANTAS POLRES KUNINGAN MEMBERIKAN BANTUAN BERUPA CAIRAN PEMBASMI RUMPUT KEPADA KELOMPOK TANI DESA CIBULAN KECAMATAN CIDAHU DALAM RANGKA PENANAMAN JAGUNG SEBAGAI IMPLEMENTASI KETAHANAN PANGAN NASIONAL



Kuningan, Sebagai bentuk dukungan terhadap program Swasembada Pangan dan penguatan Ketahanan Pangan nasional, Sat Lantas Polres Kuningan memberi bantuan berupa cairan pembasmi rumput untuk tahapan penanaman jagung kepada kelompok tani Desa.Cibulan Kec.Cidahu Kab.Kuningan guna mendukung aktivitas pertanian sebagai salah satu sektor strategis penopang kesejahteraan masyarakat.

Kelompok Tani Desa.Cibulan Kec.Cidahu Kab.Kuningan mendukung dan merasa terbantu dengan adanya Program ketahanan pangan yang diadakan oleh Polri.

Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Polda Jabar, Polres Kuningan, dan Sat Lantas Polres Kuningan berkomitmen mendukung setiap langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan demi Indonesia yang lebih kuat.

*“Bersama Petani, Mewujudkan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan untuk Masa Depan Bangsa.”*

(Wak Diding)

Rabu, 10 Juni 2026

kapolres dan kasat Narkoba kabupaten Kuningan jawa barat mengecek lahan pertanian

KUNINGAN, --
Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan pengecekan lahan pertanian yang dilakukan Kapolres Kuningan, Muhammad Ali Akbar, di wilayah hukum Polres Kuningan, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Kuningan, AKP.Jojo sutarjo S.H M.H yang turut meninjau perkembangan tanaman jagung sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kunjungan lapangan tersebut tidak hanya bertujuan memantau kondisi tanaman dan kesiapan lahan pertanian, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata Polri kepada masyarakat petani yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan. Kapolres dan Kasat Narkoba berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses penanaman hingga upaya peningkatan hasil panen.

#SwasembadaPangan
#KetahananPangan
#PoldaJabar
#PolresKuningan
#SwasembadaPanganPolresKuninganPoldaJabar 
#KetahananPanganPolresKuninganPoldaJabar 
#SatResNarkobaPolresKuningan

( Nurhasanah )

Jumat, 05 Juni 2026

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai 8 Juni, Ini 11 Pelanggaran yang Jadi Sasaran Utama



KUNINGAN – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan akan melaksanakan Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026.

Operasi yang mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum” ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas melalui pendekatan modern berbasis teknologi.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan operasi, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sejak jauh hari kami telah melaksanakan sosialisasi melalui pemasangan spanduk, penyebaran brosur dan leaflet, media sosial, hingga penyuluhan kepada komunitas kendaraan bermotor, pelajar, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat pengguna jalan. Tujuannya agar masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus mengetahui sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Lodaya 2026,” ujar AKP Aktuin Moniharapon, Sabtu (6/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Lodaya 2026 akan memfokuskan penindakan terhadap 11 pelanggaran prioritas, yaitu:

1. Tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).
2. Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
3. Melanggar marka dan rambu lalu lintas.
4. Menerobos lampu merah.
5. Melebihi batas kecepatan.
6. Melawan arus lalu lintas.
7. Tidak menggunakan helm standar SNI.
8. Berboncengan melebihi ketentuan.
9. Menggunakan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan.
10. Menggunakan knalpot bising atau knalpot brong.
11. Kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan kelengkapan kendaraan.

Untuk mendukung efektivitas operasi, petugas akan melakukan pengawasan dan penindakan di sejumlah ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, seperti Jalan Siliwangi dan Jalan Ir. H. Juanda. Selain itu, pengawasan juga ditingkatkan di Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ir. Dr. Soekarno, Jalan Moh. Toha, dan sejumlah titik strategis lainnya di wilayah Kabupaten Kuningan.

Tak hanya itu, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, operasi juga akan difokuskan pada kawasan rawan kecelakaan, antara lain Jalan Kuningan–Ciamis, Jalan Kuningan–Cirebon, Jalan Eyang Hasan Maolani, serta Jalan R.E. Martadinata.

Dalam pelaksanaannya, Polres Kuningan akan mengoptimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai sarana penegakan hukum berbasis elektronik. Namun demikian, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara langsung dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Selain penegakan hukum melalui ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui teguran simpatik dan edukasi kepada masyarakat,” jelas AKP Aktuin.

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Kuningan berharap dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi kelengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan di jalan. Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Dengan disiplin berlalu lintas, kita dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan bagi semua pengguna jalan,” pungkasnya.

Operasi Patuh Lodaya 2026 bukan semata-mata kegiatan penindakan, melainkan juga momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan demi keselamatan bersama.

(Nurhasanah)

Senin, 04 Mei 2026

Kasat Narkoba Polres Kuningan AKP Jojo Sutarjo, SH. MH Tegaskan Tak Terbukti, Mengenai Isu Kartel Obat Di Kramat Mulya

Kuningan, --
Kasat Narkoba Polres Kuningan AKP Jojo Sutarjo,SH.MH Tegaskan Tak Terbukti, Mengenai Isu Kartel Obat Seret Polres Kuningan
Foto Suasana Saat Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo,SH.MH Memberikan Keterangan Kepada Awak Media, pada Selasa (28/4/2026) (DPP FRIC)

Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo, SH. MH "Kami Mengimbau Agar Semua Pihak Lebih Bijak Dalam Menyebarkan Informasi. Jangan Sampai Kabar Yang Belum Terverifikasi Justru Merugikan Orang Lain"


Sebuah toko tembakau di Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, sempat menjadi sorotan publik setelah beredar video viral yang menuding adanya penjualan obat-obatan terlarang.
Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang melakukan penggeledahan di toko itu, lalu merekam dan menyebarkannya melalui salah satu platform media sosial. Rekaman tersebut turut disertai narasi yang menyebut Polres Kuningan diduga bermain mata dengan kartel obat keras.


Polres Kuningan Lakukan Pengecekan
Menanggapi isu yang berkembang, Polres Kuningan melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo,SH.MH menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung bersama jajaran dan tidak menemukan adanya aktivitas penjualan obat keras terbatas sebagaimana yang disebut dalam video viral tersebut.




“Kami tegak lurus. Jika ada laporan dari masyarakat, pasti kami tindak lanjuti. Namun, dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya hal tersebut. Informasi yang beredar itu tidak benar,” tegasnya, Selasa (28/4/2026), saat diwawancarai awak media di lokasi.
Polisi Sayangkan Narasi yang Beredar
Ia juga menyayangkan munculnya narasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi merugikan pihak pemilik usaha. Saat ini, polisi masih menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut.


Menurutnya, apabila pihak toko merasa dirugikan, langkah hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Kami mengimbau agar semua pihak lebih bijak dalam menyebarkan informasi. Jangan sampai kabar yang belum terverifikasi justru merugikan orang lain,” tambahnya.

Penjaga Toko Sempat Kaget
Sementara itu, Nurhedi (24), penjaga toko, mengaku sempat terkejut saat sejumlah orang yang mengaku dari kepolisian datang dan melakukan penggeledahan secara tiba-tiba. Ia menyebut rombongan tersebut datang dalam jumlah cukup banyak, sekitar 10 orang, menggunakan satu mobil dan dua sepeda motor.



“Mereka langsung masuk dan ngegeledah. Saya kaget, karena memang nggak tahu apa-apa. Tapi setelah dicek, memang nggak ada apa-apa di sini,” ujarnya.
Toko Hanya Jual Tembakau
Edi menegaskan toko tersebut hanya menjual tembakau dan tidak pernah menjual obat-obatan seperti yang dituduhkan. Ia juga menyebut tidak ada penjelasan awal yang diterima sebelum penggeledahan dilakukan.
Hingga kini, pihak kepolisian memastikan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan tidak ditemukan pelanggaran hukum sebagaimana yang dituduhkan dalam video viral tersebut 

(Wak Diding)

Jumat, 24 April 2026

Tragis! Bayi Ditemukan Tewas di Sungai Cikondang, Polres Kuningan Tangkap Ibu Kandung di Bekasi


Kuningan, Rabu (22/4/2026) — Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan berhasil mengungkap kasus tragis dugaan pembunuhan bayi yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Kuningan. Seorang perempuan muda berinisial W (20) diamankan aparat di wilayah Bekasi setelah diduga menghilangkan nyawa bayi yang baru dilahirkannya.

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, yang menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari laporan warga yang menemukan jasad bayi di aliran Sungai Cikondang, Kecamatan Cibingbin, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dari hasil penyelidikan sementara, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diduga telah meninggal dunia sejak Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saat situasi di lokasi kejadian dalam keadaan sepi,” ungkap Kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga melahirkan bayi tersebut seorang diri tanpa bantuan medis. Setelah proses persalinan, pelaku diduga nekat membuang bayinya ke aliran sungai hingga menyebabkan korban meninggal dunia. 

Motif sementara mengarah pada rasa takut pelaku atas perbuatannya diketahui oleh orang lain. Petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka di wilayah Bekasi. Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami seluruh aspek kasus, termasuk status pribadi tersangka.

“Atas perbuatannya, tersangka kami jerat dengan Pasal 460 ayat (1) KUHP juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta perubahan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan. Polres Kuningan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap seluruh fakta yang ada serta memberikan keadilan bagi korban.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial serta dukungan terhadap perempuan dalam kondisi rentan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

(Nurhasanah)