Bandeng Kuah Gomyang Siap Jadi Ikon Baru Indramayu, Pemkab Gandeng IPB Tingkatkan Daya Saing UMKM Pesisir

Sabtu, 01 Agustus 2026

Bandeng Kuah Gomyang Siap Jadi Ikon Baru Indramayu, Pemkab Gandeng IPB Tingkatkan Daya Saing UMKM Pesisir



INDRAMAYU, Patroliunit1.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan berkolaborasi dengan IPB University untuk mengembangkan inovasi produk olahan perikanan berupa Bandeng Cabut Duri Khas Pesisir Utara Indramayu Rasa Kuah Gomyang dalam Kemasan Pouch. Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM sektor perikanan, Kamis (16/07/2026). 

Kegiatan diseminasi inovasi tersebut digelar sebagai jawaban atas kebutuhan para pembudidaya ikan, pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, dan UMKM di Kabupaten Indramayu. Selama ini, bandeng masih banyak dipasarkan dalam bentuk segar, sehingga melalui inovasi ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi produk olahan siap saji yang praktis, higienis, bercita rasa khas daerah, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kolaborasi ini melibatkan Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melalui Program EQUITY DAPT 2025/2026. Program tersebut bertujuan membawa hasil riset perguruan tinggi agar dapat diterapkan langsung di masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa IPB University yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Indramayu. Didampingi dosen IPB University sekaligus putra asli Indramayu, Dr. Gatot Yulianto, para mahasiswa turut berperan dalam mengidentifikasi potensi serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, menegaskan bahwa potensi besar sektor perikanan tidak boleh berhenti pada penjualan bahan mentah.

"Pengembangan sektor perikanan harus diarahkan pada hilirisasi melalui inovasi pengolahan, peningkatan mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kegiatan IPB University, Bambang Riyanto, mengatakan bahwa inovasi bandeng kuah gomyang instan dikembangkan sebagai model hilirisasi sederhana yang mudah diterapkan oleh pelaku UMKM.

"Program ini berangkat dari potensi unggulan Indramayu. Bandeng sebagai komoditas lokal harus naik kelas menjadi produk siap saji khas daerah yang aman, menarik, praktis, dan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mulai dari penerapan Good Hygiene Practices (GHP), pemilihan bahan baku bandeng segar, teknik pencabutan duri, formulasi bumbu kuah gomyang khas Indramayu, pengendalian mutu produk, hingga teknik pengemasan modern menggunakan aluminium foil pouch dengan sistem vakum, proses pemanasan, pelabelan, serta manajemen penyimpanan.

Produk bandeng cabut duri rasa kuah gomyang dalam kemasan pouch dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena memadukan bahan baku lokal, cita rasa khas pesisir Indramayu, dan teknologi pengemasan modern. Produk ini diproyeksikan mampu menembus pasar oleh-oleh khas daerah, koperasi, ritel modern, pameran UMKM, marketplace, hingga pasar pangan siap saji.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan IPB University, inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem industri pengolahan hasil perikanan. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, penguatan kemasan, serta tertib administrasi produksi, bandeng khas Indramayu diyakini dapat tumbuh menjadi identitas pangan lokal baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM pesisir.


 Diseminasi inovasi produk Bandeng Cabut Duri Kuah Gomyang dalam kemasan pouch.

 Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu bersama IPB University, pelaku UMKM, pembudidaya ikan, dan mahasiswa KKN-T IPB.Kabupaten Indramayu.

Dalam kegiatan diseminasi Program EQUITY DAPT 2025/2026. Untuk meningkatkan nilai tambah komoditas bandeng, memperkuat daya saing UMKM, dan mendorong hilirisasi produk perikanan.

 Melalui pelatihan, pendampingan, transfer teknologi pengolahan, pengemasan modern, dan penguatan strategi pemasaran.Apabila diinginkan, berita ini juga dapat dibuat lebih bergaya **headline media online*Sinarpagijaya.com* dengan bahasa yang lebih tajam dan menarik perhatian pembaca. (Atin Supri atin Kabiro)