INDRAMAYU, Patroli unit 1.com – Kebakaran melanda pabrik keramik milik PT Chang Jui Fang Indonesia yang berlokasi di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Peristiwa tersebut menyita perhatian warga sekitar dan sempat menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama Pantura yang menghubungkan wilayah Jumbleng dan Losarang.
Pantauan awak media Sinar Pagi Jaya di lapangan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut. Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kobaran api dan mencegahnya merembet ke bagian bangunan lainnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu, Opik Hidayat, S.Sos., melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Jajat Wibisono, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media, Kamis (29/10/2026).
Awak media Sempat datang ke kantor PolPP ada Opik Hidayat minta diwawancara tentang pabrik Kramik Kebakaran melanda pabrik keramik PT Chang Jui Fang Indonesia yang berlokasi alamat Losarang, Jajat Wibisono selalu Kabid Damkar Indramayu diminta kketeranganya diruang kerjanya, menyatakan “Benar, telah terjadi kebakaran di PT Chang Jui Fang Indonesia yang beralamat di wilayah Losarang pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kami dari Damkar Kabupaten Indramayu bergerak cepat mengirimkan armada ke lokasi kejadian,” ujar Jajat.
Ia menjelaskan, enam unit armada yang diterjunkan terdiri atas tiga unit dari Markas Komando (Mako) Damkar Kabupaten Indramayu, satu unit dari Pos Jatibarang, satu unit dari Pos Patrol, serta satu unit tambahan dari EP Pertamina Cemara.
Puluhan personel turut dilibatkan dalam upaya pemadaman. Menurut Jajat, kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam menangani kebakaran tersebut hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
“Alhamdulillah, berkat kesiapsiagaan personel Damkar Kabupaten Indramayu, api bisa diatasi dan dipadamkan,” ungkapnya.
Damkar Berharap Ada Penambahan Armada
Di balik keberhasilan penanganan kebakaran tersebut, Jajat mengungkapkan bahwa ketersediaan armada pemadam kebakaran masih menjadi tantangan dalam menjangkau wilayah Kabupaten Indramayu yang luas.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan penambahan armada, sehingga pelayanan pemadaman kebakaran bisa lebih optimal, terutama untuk wilayah yang lokasinya jauh dari markas komando.
Jajat menyebutkan, personel Damkar Kabupaten Indramayu tersebar di sejumlah titik pelayanan, yakni 15 personel di Pos Jatibarang, 15 personel di Pos Patrol, dan 22 personel di Mako Damkar. Selain itu, terdapat delapan staf.
Sementara itu, armada yang tersedia disebut berjumlah 10 unit, dengan lima unit mobil pemadam atau armada tempur, dua unit armada suplai, serta tiga unit armada evakuasi.
“Untuk Kabupaten Indramayu yang wilayahnya sangat luas, jumlah armada tempur yang tersedia masih sangat kurang. Apalagi jika terjadi kebakaran di wilayah Haurgeulis atau Kecamatan Gantar, kami menghadapi kendala karena jaraknya cukup jauh dari Mako Damkar Kabupaten Indramayu,” jelasnya.
Menurutnya, penambahan armada diperlukan untuk mendukung kecepatan respons petugas sekaligus memperluas jangkauan pelayanan ketika terjadi kebakaran di berbagai wilayah.Sempat Picu Kemacetan di Jalur Pantura.
Besarnya kobaran api dan aktivitas penanganan di sekitar lokasi turut berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalur Pantura. Kendaraan yang melintas mengalami perlambatan hingga menimbulkan antrean panjang di sekitar lokasi kejadian.
Untuk mengantisipasi kemacetan semakin parah, personel Unit Lalu Lintas Polsek Losarang diterjunkan guna mengatur arus kendaraan dan membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
Petugas gabungan juga berupaya mengendalikan serta mengisolasi titik api agar kobaran tidak meluas ke bagian bangunan lain maupun kawasan permukiman warga di sekitar pabrik. Setelah proses pemadaman, dilakukan pendinginan atau *cooling down* untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Petugas piket Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Aditiya, turut membenarkan pengerahan personel dan armada ke lokasi setelah pihaknya menerima laporan.
“Setelah menerima laporan dari manajemen pabrik serta laporan dari Camat Losarang, kami langsung mengerahkan puluhan personel dan total enam armada ke lokasi kejadian,” ujar Aditiya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan, petugas berupaya melakukan penanganan untuk mencegah api merembet ke bagian lain dari area pabrik
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran, luas area yang terdampak, serta nilai kerugian materiil belum diketahui. Informasi tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang maupun manajemen PT Chang Jui Fang Indonesia.
Belum terdapat informasi terkonfirmasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan penanganan kebakaran, terutama di kawasan industri yang memiliki aktivitas operasional dan potensi risiko kebakaran.
Selain upaya pencegahan di lingkungan perusahaan, dukungan sarana dan prasarana pemadam kebakaran juga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat serta melindungi keselamatan masyarakat, "tegasnya.
(Atin Supriatin)




