SUNGAI SARADAN WANGUK SALAMDARMA DIPENUHI ALANG-ALANG, WARGA HARAP ALIRAN AIR SEGERA DINORMALISASI

Sabtu, 26 September 2026

SUNGAI SARADAN WANGUK SALAMDARMA DIPENUHI ALANG-ALANG, WARGA HARAP ALIRAN AIR SEGERA DINORMALISASI



INDRAMAYU, Patroliunit 1.com — Kondisi Sungai Saradan yang melintasi wilayah Wanguk–Salamdarma, yang berada di kawasan Indramayu Barat, menjadi perhatian masyarakat. Saat melintasi sungai tersebut pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 11.30 WIB, terlihat sejumlah bagian aliran sungai dipenuhi batang dan daun alang-alang yang tumbuh cukup rapat di dasar maupun sisi sungai.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempersempit jalur aliran air. Akar tanaman yang tumbuh di sekitar aliran juga dapat menahan lumpur serta sampah, sehingga apabila tidak segera ditangani, material tersebut berpotensi semakin menumpuk dan membuat arus air menjadi lambat.
Masyarakat berharap kondisi Sungai Saradan Wanguk–Salamdarma segera mendapatkan perhatian dari instansi terkait, terutama menjelang musim tanam padi yang diperkirakan mulai berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan adalah membersihkan tanaman liar yang menutupi jalur aliran, termasuk memotong atau mencabut alang-alang yang tumbuh terlalu rapat. Material hasil pembersihan juga perlu dibuang ke tempat yang aman agar tidak kembali hanyut dan menyumbat sungai.
Selain itu, apabila terdapat endapan lumpur yang cukup tebal, masyarakat berharap dapat dilakukan pengerukan atau normalisasi pada bagian yang mengalami penyempitan. Jalur air yang tersumbat juga perlu dibuka agar aliran dapat kembali berjalan dengan baik.Jelang Musim Tanam, Aliran Sungai Diharapkan Lancar.
Bagi masyarakat sekitar, kelancaran sungai memiliki peran penting, khususnya dalam mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian. Memasuki Oktober–November 2026, para petani diperkirakan mulai mempersiapkan kegiatan tanam padi.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera melakukan pengecekan kondisi Sungai Saradan Wanguk–Salamdarma serta mengambil langkah yang diperlukan agar aliran air tidak terganggu ketika musim tanam tiba.
Selain penanganan, masyarakat juga mengharapkan adanya upaya pencegahan secara rutin, seperti pemotongan rumput dan tanaman liar di tepi sungai, pemeliharaan jalur aliran, serta menjaga agar sampah tidak dibuang ke sungai.Masyarakat juga mempertanyakan sejauh mana pemanfaatan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat dapat dirasakan kembali dalam bentuk pemeliharaan infrastruktur pengairan dan lingkungan.

“Kami sangat mengharapkan sungai ini kembali lancar aliran airnya, apalagi sebentar lagi memasuki musim tanam padi. Jangan sampai ketika petani membutuhkan air, alirannya justru terganggu karena sungai dipenuhi tanaman liar dan endapan,” ungkap warga.
Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian sesaat, tetapi mendapat penanganan dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Dengan aliran sungai yang terjaga, kebutuhan pengairan lahan pertanian diharapkan dapat berjalan lebih baik serta mendukung aktivitas para petani di wilayah tersebut. ( Atin Supriatin )