INDRAMAYU, Patroliunit 1. com– Tradisi adat Unjungan Embah Buyut Sarahpati kembali digelar secara meriah di Blok Lima, wilayah paling ujung Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 21–23 Juni 2026, mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Kepala Desa (Kuwu) Karanganyar, Somari, memfasilitasi terselenggaranya kegiatan budaya tahunan tersebut sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur yang masih dijaga dan dihormati oleh masyarakat Desa Karanganyar.
Perayaan dimulai pada Minggu (21/6/2026) dengan prosesi arak-arakan Embah Buyut Sarahpati yang berlangsung meriah. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti jalannya kirab budaya yang dimeriahkan kesenian Genjring serta hiburan organ tunggal. Kegiatan hiburan tersebut merupakan bentuk partisipasi dari para Ketua RT dan RW se-Desa Karanganyar.
Memasuki hari kedua, Senin (22/6/2026), masyarakat kembali disuguhi hiburan rakyat berupa pertunjukan sandiwara Dwi Warna dari Desa Santing, Kecamatan Losarang. Pentas seni tradisional tersebut berhasil menghibur warga yang memadati lokasi acara hingga malam hari.
Sementara itu, puncak kegiatan dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) dengan agenda doa bersama dan pengajian umum sebagai ungkapan rasa syukur serta penghormatan terhadap jasa para leluhur.
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Pasekan beserta jajaran staf, Kuwu Karanganyar Somari, Ketua BPD dan anggota, perangkat desa, Babinsa Desa Karanganyar Subagyo, Bhabinkamtibmas Rudi, Kapolsek Pasekan, MP staf jajarannya tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para Kuwu se-Kecamatan Pasekan, serta tamu undangan lainnya.
Kuwu Somari sempat diminta keterangan oleh media Patroliunit 1. com- Senin (22/06/2026, ditempat terpisah, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Karanganyar hanya berperan sebagai fasilitator, sedangkan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat dukungan, partisipasi, dan semangat gotong royong masyarakat.
“Tradisi unjungan ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain menjadi sarana mengenang jasa leluhur, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi serta kebersamaan antarwarga,” ujarnya Somari.
Camat H. Taryadi sempat diminta konfirmasi adanya masyarakat desa Karangsnyar gelar unjungan , menyatakan "Antusiasme masyarakat yang tinggi selama tiga hari pelaksanaan menunjukkan bahwa tradisi Unjungan Embah Buyut Sarahpati masih memiliki tempat istimewa di hati warga Desa Karanganyar dan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman, " Ujarnya. (Atin Supriatin)




