Indramayu Disiapkan Jadi Sentra Kedelai Garuda Merah Putih, 210 Hektare Lahan Siap Tanam di Musim Gadu 2026

Senin, 27 April 2026

Indramayu Disiapkan Jadi Sentra Kedelai Garuda Merah Putih, 210 Hektare Lahan Siap Tanam di Musim Gadu 2026



INDRAMAYU, Patroliunit 1.com — Kabupaten Indramayu diproyeksikan menjadi sentra pembibitan komoditas kedelai unggulan “Garuda Merah Putih”. Para petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, telah menyiapkan lahan seluas 210 hektare untuk mendukung program penanaman kedelai pada musim gadu tahun 2026.


Program pengembangan kedelai varietas unggulan Garuda Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.


Petani Desa Sukamulya, didukung oleh Prof. Dr. Ali Zum Mashar (peneliti bioteknologi IPB), pengusaha muda H. Mulyadi, serta sejumlah pihak terkait seperti perwakilan Sanghyang Sri dan utusan Seskab Kol. Laut (P) Ali Eka Susanto.


Dimulai dengan kegiatan tanam perdana pada Minggu, 26 April 2026, dan akan berlangsung selama musim gadu 2026.


Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Program ini bertujuan mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya komoditas kedelai, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor dari luar negeri.


Pengembangan dilakukan melalui penyediaan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, serta optimalisasi lahan pertanian di musim gadu. Dari total 210 hektare, tahap awal difokuskan pada 20 hektare lahan siap tanam.

Prof. Dr. Ali Zum Mashar mengungkapkan bahwa varietas Garuda Merah Putih memiliki keunggulan masa panen relatif singkat, yakni sekitar 90 hari. Berdasarkan hasil penelitian lebih dari 20 tahun, produktivitas kedelai ini dapat mencapai hingga 4 ton per hektare, bahkan berpotensi lebih tinggi di lahan Indramayu yang dinilai memiliki kesuburan tanah yang cocok.

“Jika dikelola dengan serius oleh petani, Indonesia sangat mungkin mencapai swasembada kedelai sesuai arahan Presiden,” ujarnya saat tanam perdana.

Sementara itu, H. Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi menyeluruh, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk organik, hingga jaminan pembelian hasil panen petani.

“Kita siapkan lahan, bibit, pupuk, dan petaninya. Bahkan hasil panen pun sudah ada yang menampung. Ini bagian dari upaya bersama menuju swasembada kedelai,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan kedelai di berbagai daerah cukup tinggi. Sebagai contoh, di Kabupaten Sumedang, kebutuhan kedelai untuk industri tahu saja mencapai sekitar 40 ton per hari.

Dengan semangat kolaborasi dan slogan “Bareng-Bareng Sugih”, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi kedelai nasional, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani di Indramayu.( Atin Supri atin)