Pustu Kedungwungu Terancam Digusur Demi KDMP, Warga Protes: Kemajuan atau Kemunduran?

Sabtu, 28 Maret 2026

Pustu Kedungwungu Terancam Digusur Demi KDMP, Warga Protes: Kemajuan atau Kemunduran?



INDRAMAYU, Patroliunit 1.com – Rencana alih fungsi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai protes keras dari warga. Kebijakan tersebut dinilai mengabaikan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari puskesmas induk. 
Rencana penggusuran dan alih fungsi Pustu Kedungwungu menjadi bangunan KDMP memicu polemik. Warga menilai keberadaan pustu masih sangat dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan dasar.


Polemik ini melibatkan warga Desa Kedungwungu dan sekitarnya, tenaga kesehatan, serta pihak pemerintah daerah yang merencanakan alih fungsi bangunan tersebut.


Isu ini mencuat setelah unggahan video di media sosial Facebook oleh akun @Alif Alifah pada Kamis, 26 Maret 2026, dan terus menjadi perbincangan hingga Jumat, 27 Maret 2026.

Peristiwa ini terjadi di Pustu Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Alih fungsi dilakukan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, alasan tersebut dipertanyakan warga karena masih tersedia aset desa lain, seperti lahan dan bangunan milik KUD Tani Mekar yang dinilai bisa dimanfaatkan tanpa harus mengorbankan fasilitas kesehatan.

Bagaimana Kejadiannya 
Dalam video yang beredar, terlihat tenaga kesehatan tengah membereskan peralatan medis sebagai persiapan pindah. Hal ini memicu reaksi publik di media sosial. Banyak warga menyampaikan keberatan karena Pustu selama ini berperan penting dalam memberikan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Salah satu warga, Nana Suparna, sempat diminta keteranga oleh SPJ menyatakan "bahwa jika Pustu digusur, warga harus menempuh jarak lebih jauh ke Puskesmas Bugis untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Selama ini Pustu Kedungwungu masih aktif melayani masyarakat. Kalau dialihfungsikan, warga akan kesulitan karena harus pergi lebih jauh," ujarnya.

Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan aset desa lain yang dinilai masih layak digunakan untuk pembangunan KDMP tanpa harus mengorbankan fasilitas kesehatan yang sudah berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait rencana alih fungsi tersebut.( Atin Supriatin)