Darurat Sampah Indramayu: “Gunung” Limbah Mengancam, Saatnya Aksi Nyata Bukan Sekadar Wacana

Senin, 30 Maret 2026

Darurat Sampah Indramayu: “Gunung” Limbah Mengancam, Saatnya Aksi Nyata Bukan Sekadar Wacana



INDRAMAYU,Patroliunit 1.com – Permasalahan sampah di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Tumpukan sampah yang menggunung di berbagai lokasi, mulai dari pinggir jalan hingga tempat penampungan, bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan.

Kondisi paling mencolok terlihat di kawasan Pecuk, di mana sampah menumpuk hingga menyerupai "gunung". Sementara itu, di wilayah Dayung, aliran sungai nyaris lumpuh akibat tertutup tanaman eceng gondok yang kian meluas. Situasi ini berpotensi memicu banjir, terutama saat curah hujan meningkat.

Permasalahan ini bukan hal baru. Hingga Senin (30 Maret 2026), persoalan sampah masih belum tertangani secara maksimal, meskipun pemerintah daerah mulai melakukan pembersihan di beberapa titik. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi akar masalah.

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu faktor utama. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas, kurangnya edukasi lingkungan, serta sistem pengelolaan sampah yang belum optimal turut memperparah keadaan.

Dampaknya pun semakin nyata. Selain menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan, tumpukan sampah juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan memperbesar potensi bencana banjir.

Seorang aktivis lingkungan menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada masyarakat.
"Pemerintah harus hadir dengan langkah konkret, mulai dari edukasi hingga pembenahan sistem pengelolaan sampah. Ini tanggung jawab bersama," ujarnya.

Permasalahan sampah di Indramayu sejatinya menjadi cerminan lemahnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah. Tanpa kerja sama yang serius, terencana, dan berkelanjutan, "gunung sampah" bukan hanya akan tetap ada, tetapi juga semakin mengancam kehidupan warga.

(Atin Supriatin)