INDRAMAYU, Patroliunit 1.com - 2 Februari 2026
Suasana penuh semangat dan solidaritas menyelimuti Gedung Balai Wartawan Indramayu, Senin (2/2) pagi. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu menggelar bakti sosial donor darah skala besar sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kemanusiaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian sosial, tetapi juga simbol komitmen insan pers untuk berperan aktif di tengah masyarakat, tidak sebatas menjalankan tugas jurnalistik.
Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 5 Februari ini, dirayakan lebih awal oleh PWI Indramayu melalui aksi sosial yang melibatkan berbagai pihak. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari, dengan ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan donor darah ini terselenggara berkat kolaborasi lintas instansi, melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indramayu sebagai penanggung jawab teknis, serta didukung oleh Kodim 0616/Indramayu, Polres Indramayu, organisasi kemasyarakatan, dan sejumlah perusahaan swasta di wilayah Pantura Jawa Barat.
Ketua PWI: Pers Tidak Hanya Menyuarakan Kebenaran, Tapi Juga Aksi Sosial
Ketua PWI Indramayu, Dedi Musahi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran pers di era digital tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat.
> "Di tengah tantangan era digital, peran pers tidak hanya menyuarakan kebenaran, tetapi juga melakukan aksi sosial seperti ini. Donor darah ini sangat penting untuk membantu menjaga stok darah di rumah sakit, terutama pasca-bencana banjir akhir tahun lalu," tegas Dedi Musahi.
Salah satu sorotan kegiatan ini adalah partisipasi aktif personel Brigib Yonif TP/839/SA yang turut mendonorkan darah secara massal.
Danton Letda Agie Firmawan, yang memimpin rombongan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif PWI Indramayu.
> "Sebagai aparat kewilayahan, kami merasa terpanggil untuk berpartisipasi. Ini bentuk simpati kami kepada PWI dan masyarakat Indramayu. Darah yang kami sumbangkan diharapkan dapat menyelamatkan nyawa sekaligus mempererat sinergi TNI dan insan pers," ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Wibowo, yang diwakili Danramil Sindang Kapten Saripudi, juga hadir dan menjadi salah satu pendonor pertama.
> "Kegiatan ini sejalan dengan semangat TNI dalam mendukung pembangunan dan kemanusiaan. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan PWI Indramayu," singkatnya.
Proses Ketat, Manfaat Besar
Petugas PMI memastikan seluruh proses donor berjalan aman melalui pemeriksaan kesehatan ketat, meliputi tekanan darah, kadar hemoglobin, serta riwayat kesehatan pendonor. Donor yang diperbolehkan berusia 20–50 tahun dengan berat badan minimal 45 kilogram.
Setiap kantong darah berukuran 350 ml mampu menyelamatkan hingga tiga nyawa.
Hingga pukul 12.00 WIB, lebih dari 100 kantong darah berhasil dikumpulkan. Stok ini sangat dibutuhkan mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura serta meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD).
Kepala PMI Indramayu, Ade Mulya Sejati, S.E, mengungkapkan bahwa target pengumpulan darah hari ini mencapai 200 kantong.
> "Tahun lalu kami mengalami kekurangan sekitar 20 persen stok darah. Dengan kegiatan ini, target 200 kantong sangat realistis untuk tercapai," ujarnya.
Salah satu peserta, Endri YZ (58) dari Media KagetNews, mengaku bangga bisa ikut berpartisipasi.
> "Ini pertama kali saya donor darah. Rasanya senang bisa membantu sesama, apalagi dalam rangka Hari Pers Nasional," tuturnya sambil tersenyum.
PWI Indramayu berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Dedi Musahi menegaskan bahwa HPN harus menjadi momentum untuk aksi sosial berkelanjutan.
> "HPN bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat peran pers dalam kegiatan kemanusiaan. Kami mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah," pungkasnya.
Dengan semangat "Pers untuk Kemanusiaan", PWI Indramayu membuktikan bahwa insan pers tidak hanya menulis berita, tetapi juga hadir langsung menciptakan kisah nyata penyelamatan nyawa. (Atin Supriatin)




