Gropyokan Tikus Massal Awali Musim Tanam Rendeng di Desa Santing

Sabtu, 24 Januari 2026

Gropyokan Tikus Massal Awali Musim Tanam Rendeng di Desa Santing



INDRAMAYU, Patroliunit 1.com – Memasuki musim tanam rendeng (penghujan) 2026/2027, para petani di Kabupaten Indramayu mulai melakukan berbagai langkah antisipatif guna melindungi lahan pertanian dari serangan hama. Salah satunya melalui kegiatan gropyokan tikus yang dilaksanakan secara gotong royong.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Santing bersama para petani di areal persawahan Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (22/1/2026) pagi. Kegiatan tersebut memanfaatkan metode tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, gropyokan tikus dilakukan dengan berbagai cara manual, seperti pengasapan sarang tikus, penggalian lubang, emposan, serta penggunaan racun tikus yang aman. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Losarang dan dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Santing, Hj. Sairoh.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Ketua KTNA Kecamatan Losarang, anggota TNI dan Polri, Satpol PP Kecamatan, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), kelompok tani, serta para petani setempat.

Kuwu Desa Santing, Hj. Sairoh, mengatakan bahwa gropyokan tikus merupakan langkah strategis untuk menekan populasi hama yang kerap merusak tanaman padi, khususnya pada awal musim tanam.

"Kami melaksanakan gropyokan tikus sebagai upaya pengendalian hama yang aman dan efektif. Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat dan terbukti mampu menekan serangan tikus di lahan pertanian," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi kepada para petani agar tidak menggunakan jebakan listrik yang sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

"Kami mendukung pengendalian hama secara alamiah dan manual seperti gropyokan tikus. Kita ketahui bersama, sudah banyak korban meninggal akibat penggunaan jebakan tikus menggunakan aliran listrik," tegasnya.

Senada dengan itu, salah satu petani setempat, Karsa Winata, mengungkapkan bahwa seluruh petani kompak turun ke sawah untuk memburu tikus hingga ke lubang-lubang yang diduga menjadi sarang hewan pengerat tersebut.

"Gropyokan tikus ini dilakukan untuk mengendalikan hama sekaligus menyukseskan program percepatan musim tanam rendeng," katanya.

Melalui kegiatan gropyokan tikus yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan, diharapkan produksi padi di Kabupaten Indramayu dapat meningkat, sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional serta mewujudkan Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). (Atin Supriatin)