INDRAMAYU, patroliunit 1.com –
Hari ini bukan sekadar pertemuan biasa. Momentum ini menjadi titik tolak keberanian insan pers dalam menyatakan sikap tegas bahwa jurnalisme tidak boleh tunduk, tidak boleh dibeli, dan tidak boleh dibungkam oleh kepentingan apa pun.
Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan perdana Gerakan Pers Lurus, Akurat, dan Kritis (GEPLAK) yang digelar di Kantor Sinarpagijaya, Perumnas Graha Artaha No. 20 Blok E, Jalan Wirapati, Gedung PGRI, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (23/01/2026).
GEPLAK hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan meluruskan arah jurnalisme. Bukan untuk mengejar sensasi, tetapi menghadirkan akurasi. Dan bukan untuk menyenangkan semua pihak, melainkan bersikap kritis demi kepentingan publik.
Di tengah derasnya arus informasi, maraknya hoaks, serta kuatnya tarik-menarik kepentingan, pers dituntut tidak hanya cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga tepat dan bertanggung jawab. Di titik inilah GEPLAK menegaskan perannya sebagai penjaga marwah profesi wartawan.
"Pers harus berani, namun tetap berlandaskan data dan etika. Kritis, tetapi tidak kehilangan nurani," menjadi semangat yang diusung dalam gerakan ini.
GEPLAK menyadari bahwa jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. Tekanan, cibiran, bahkan ancaman bisa saja menghadang. Namun sejarah telah membuktikan bahwa pers yang lurus tidak pernah kalah oleh waktu. Kebenaran boleh tertunda, tetapi tidak akan pernah padam.
Melalui GEPLAK, insan pers diajak untuk menulis dengan hati nurani, mengkritik dengan data, serta membela kepentingan masyarakat tanpa pamrih. Sebab pers sejati bukanlah corong kekuasaan, melainkan cermin keadilan.
Di akhir pernyataannya, GEPLAK berharap gerakan ini terus konsisten, solid, dan bermartabat. Integritas harus dijaga, idealisme dirawat, dan solidaritas diperkuat. Boleh berbeda media, tetapi kebenaran harus tetap satu. (Atin Supriatin)




