INDRAMAYU, Patroliunit 1.com-
DPD PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu menggelar pendidikan politik dengan mengusung tema "Bung Karno" pada Minggu, 1 Juni 2025, setelah kunjungan ke Sumbawa. Acara ini dihadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan, H. Sirojudin, S.P., (tautan tidak tersedia), Sekretaris Sahli, SH, Bendahara H. Edi Fauzi, S.IP, dan dipimpin oleh Ono Surono, ST.
Menurutnya Rakyat sebagai Sumber Kekuatan. Dalam sambutannya, H.Sirajudin menekankan pentingnya kekuatan rakyat sebagai sumber kekuatan politik "Kekuatan kita harus tetap bersumber kepada kekuatan rakyat, tetap apinya semangat rakyat," ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa partai politik harus selalu berpihak pada rakyat dan memperjuangkan kepentingan mereka tantangan Politik diSaat ini, kepentingan yang tumpang tindih membuat pusaran yang tak berujung samar, sehingga hasil yang memuaskan untuk rakyat menjadi sulit dicapai, perlu ada upaya untuk menyusun kembali puing-puing kepentingan yang tumpang tindih tersebut, Memanfaatkan Celah untuk Perubahan.
Dalam kesempatan ini, Ono Surono juga mengajak kader partai untuk memanfaatkan setiap celah yang ada untuk menyusun kembali puing-puing kepentingan yang tumpang tindih tersebut.Jangan kau hiraukan, manfaatkan setiap celah yang ada untuk menyusun kembali puing-puing itu," ujarnya.
Usai acara Ketua DPC . PDI Perjuangan sempat diwawancarai diminta keteranganya kepada awak media di aula menyatakan ''Jadi kami ada dua yang kita sebagai mitra kritis dan mitra strategis, yang dimaksud dengan mitra kritis adalah di mana pemerintah daerah, program-programnya ini sangat bermanfaat bagi rakyat, maka kita akan produksi yang untuk tidak bermanfaat ya sebagai mitra kritis. Sedangkan untuk yang mitra strategis ya apabila Program kebijakan publik dan daerah ini sangat bermanfaat bagi rakyat, maka kami akan mendukungnya.
Waktu kemarin ada tiga yang pertama Nasional ini berkaitan dengan pemerintah desa. di mana pemerintah desa ini belum juga kepali karena memang masih menunggu peraturan pemerintah dan permendagri.
Dan kemarin juga Pak Wamen, Pak Rima Arya sudah menyampaikan bahwa kemungkinan juga tidak akan dilaksanakan di tahun 2025,Kemungkinan, berarti tak ada mungkin juga. Jadi nanti menunggu PP-nya dulu sama permendagri, Kemudian yang selanjutnya, perda 6 itu berkaitan dengan persampahan.
Nah itu tidak ada masalah karena memang kita sudah sekian tahun, kalau tidak salah tahun 2018 itu harus sudah direvisi lagi. Kemudian yang terakhir terkait dengan perda, panjang daerah dan tinggi daerah, di mana terjadi dinamika dalam kerajaan pariwisata, telah menonton Praksi PDI Perjuangan tidak mengendaki bahwa DPRD itu naik sampai 0,5 persen. Bukan masalah 0,5 persennya, tapi kalau diakomunasikan itu sangat besar sekali.
Sehingga sangat memberatkan masyarakat, untuk itu PDI Perjuangan masih meminta kepada eksekutif untuk diturunkan kembali. Nah ini belum deal juga karena belum disepakati. Artinya kalau belum deal, belum disepakati oleh DPRD, maka belum bisa dikirim ke Provinsi Jabar untuk dievaluasi oleh DPRD.Mas, ini menurut Pak Krenas Demi ini yang rindu kinerja 100 hari kerja ini memuaskan perintahnya di sini ada kayak misal pembangunan tol Pertanjaki itu,
Eksnya kalau terjadi, itu terjadi jamannya Ibu Nina, saya sendiri yang awal tahu. Bahkan namanya itu bukan, sekarang apa namanya itu? Itu dulunya bukan Kerta Ayu, tapi indera jatim, tapi sekarang kenapa dirubah-rubah? , ucap Sirojudin. Itulah saya yang tidak suka ketika rezim ini merubah-rubah selama merubah-rubah nam
Apa namanya, tidak menghargai pemimpin-pemimpin yang lalu. Contoh, kayak Anunanun Buspawangi, ini dirubah, sekali dicombek untuk terasa sedih. Buktinya ada di sana ,Jadi itu yang sangat menyakitkan juga, yang saya sampaikan juga bahwa Pemimpinan Ibu Nina tidak pernah merubah punya siapapun termasuk rumah sakit mis yang gerang, Padahal banyak itu dirubah saja itu Anunna Pak Jalan -jalan dan sebagainya.
Saya bilang jangan, karena ini kita menghargai pemimpin yang lama.
Bagaimana pemimpin yang lama menciptakan sesuatu yang sangat bagus, kemudian tiba-tiba dirubah oleh kita. Ini yang saya tidak mau, dan ini terjadi di rezimnya sekarang ini. makanya saya sangat protes juga bahwa prestasi itu ? walau apapun juga masalahnya jangan sampai dirubah-rubah, '' papar dan tegas Sirojudin Ketua DPC PDI Perjuangan. (Atin Supriatin)




