All Posts | Patroli Unit 1

Senin, 12 Oktober 2026

Talkshow Hari Museum Indonesia 2026, Kapolres Indramayu Ajak Sahabat Museum Jaga Kamtibmas dan Lestarikan Budaya



INDRAMAYU, Patroliunit1.com – Dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Museum Bandar Cimanuk, berbagai unsur masyarakat dan pegiat kebudayaan di Kabupaten Indramayu akan berkumpul dalam kegiatan talkshow bertajuk *“Sahabat Museum Menjaga Kamtibmas Memajukan Kebudayaan”*, Senin (12/10/2026).

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di Museum Bandar Cimanuk, Jalan Veteran Nomor 5, Lemahabang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Talkshow ini mengangkat pentingnya peran museum sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, dan pengembangan kebudayaan, sekaligus sebagai sarana membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., tercantum sebagai salah satu tokoh dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, termasuk melalui pendekatan kebudayaan dan pelibatan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini melibatkan unsur pegiat seni dan budaya, di antaranya Dewan Kesenian Indramayu serta sejumlah tokoh dan seniman yang tercantum dalam publikasi acara, seperti Supali Kasim, Rang Sadewo, dan Ray Mengku Sutentra. Nama Intan Safarina juga tercantum dengan keterangan sebagai *Wangja Budaya Jawa Barat 2025–2026*, sesuai informasi pada materi publikasi.

Peringatan Hari Museum Indonesia dan HUT ke-11 Museum Bandar Cimanuk tahun ini mengusung tema **“Museum Berkelanjutan, Budaya Bermartabat”**. Tema tersebut menegaskan pentingnya keberadaan museum sebagai ruang yang tidak hanya menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjaga identitas, nilai, dan warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Melalui kegiatan talkshow ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi ruang dialog antara aparat keamanan, seniman, budayawan, komunitas, serta generasi muda.
Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola museum atau kalangan seniman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun masyarakat yang sadar sejarah, menghargai keberagaman budaya, dan turut menjaga kondusivitas wilayah.

(Atin Supriatin)