All Posts | Patroli Unit 1

Selasa, 08 September 2026

Sampah Organik, Anorganik dan Residu Wajib Dipilah, ISWMP Perkuat Peran Desa di Indramayu



INDRAMAYU, Patroliunit 1.com – Upaya memperkuat tata kelola persampahan di Kabupaten Indramayu terus didorong melalui kegiatan sosialisasi Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP) di tingkat kabupaten.
Kegiatan tersebut mengusung agenda Pembentukan/Penguatan Organisasi Tata Kelola Layanan Pengumpulan Sampah di Hulu Secara Terpilah Tingkat Kelurahan/Desa Kabupaten Indramayu. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran dan sistem pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan masyarakat desa dan kelurahan.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat dan pemerintah desa/kelurahan didorong untuk tidak lagi memandang sampah sebagai persoalan yang hanya ditangani ketika sudah menumpuk. Sebaliknya, pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sebelum dikumpulkan dan dibawa ke tempat pengolahan atau pembuangan.
Sampah diharapkan dipilah berdasarkan jenisnya, antara lain sampah organik, sampah anorganik, dan residu. Pemilahan sejak dari sumber dinilai penting untuk memudahkan proses pengumpulan, pengolahan, serta mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui penguatan organisasi tata kelola layanan pengumpulan sampah di tingkat desa/kelurahan, pengelolaan persampahan diharapkan menjadi lebih terstruktur. Pemerintah desa/kelurahan bersama masyarakat dapat berperan aktif dalam menyediakan layanan pengumpulan sampah terpilah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Program ISWMP juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem persampahan yang lebih berkelanjutan. Tidak hanya mengandalkan pemerintah, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat rumah tangga.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan terbentuk pemahaman bersama bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu, bukan hanya di hilir. Desa dan kelurahan menjadi salah satu ujung tombak dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Penguatan tata kelola tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kabupaten.

(Atin Supriatin)