Indramayu ,Patroliunit 1.com – Memasuki puncak musim hujan awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu kembali dilanda banjir. Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 hingga 50 sentimeter, menggenangi permukiman warga dan mengancam ribuan rumah. Pantauan media Patroliunit 1.com - Selasa (27/01/2026 )
Kondisi ini memicu kritik keras terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu yang dinilai gagal total dalam menjalankan program mitigasi bencana banjir.
Menurut penilaian sejumlah pihak, banjir yang kembali berulang ini menjadi bukti nyata lemahnya perencanaan infrastruktur. Pemda dinilai lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan yang bersifat kosmetik di pusat kota serta perbaikan jalan di wilayah lumbung konstituen, namun mengabaikan persoalan mendasar, seperti penyempitan saluran air di kawasan permukiman padat penduduk.
Ironisnya, alokasi anggaran mitigasi banjir yang diklaim telah dianggarkan pada tahun sebelumnya tidak menunjukkan dampak nyata di lapangan. Oleh karena itu, didesak adanya audit transparan terhadap penggunaan anggaran mitigasi bencana guna memastikan efektivitas dan akuntabilitasnya.
"Jangan lagi curah hujan ekstrem dijadikan kambing hitam," tegasnya. Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret, mulai dari relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai, normalisasi saluran air, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran tata ruang.
Publik kini menanti langkah nyata dari Kepala Daerah untuk mengatasi krisis banjir tahunan yang terus berulang. Tanpa tindakan serius dan berkelanjutan, banjir dikhawatirkan akan terus menjadi ancaman bagi keselamatan dan kehidupan warga Indramayu di masa mendatang. ( Atin Supriatin)




